#Covid-19lampung#phkpekerja

3.081 Pegawai Masih Dirumahkan

3.081 Pegawai Masih Dirumahkan
Salah satu pekerja melihat data pekerja, buruh formal dan informal yang di PHK/dirumahkan karena dampak dari covid-19 Kabupaten/Kota di Posko Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Rabu, 3 Februari 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 3.081 pegawai masih dirumahkan dan 182 pegawai dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Lampung akibat terdampak pandemi covid-19. 

Hal tersebut sesuai dengan data pekerja, buruh formal dan informal yang di PHK/dirumahkan karena dampak dari covid-19 di Kabupaten/Kota se Lampung dari Posko Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, di Ruang Abung, Kantor Gubernur Lampung, Rabu, 3 Februari 2021.

Untuk sektor formal ada 182 orang pegawai di PHK dan 1.600 dirumahkan. Untuk pegawai yang dirumahkan ada 318 orang dipekerjakan kembali dan 1.282 orang pekerja masih dirumahkan. Sementara sektor informal 1.799 orang pegawai dirumahkan.

Bandar Lampung menjadi daerah yang terbanyak mengalami gelombang besar PHK dan dirumahkan. Tercatat ada 1.338 orang yang dirumahkan dan 12 orang di PHK. Adapun rincian pegawai yang dirumahkan yakni 259 orang dipekerjakan kembali dan 1.079 orang pekerja masih dirumahkan.

Disusul Kabupaten Lampung Tengah dengan 75 orang di PHK dan 1073 dirumahkan. Di sektor informal ada 932 orang pekerja dan di sektor formal ada 189 orang pekerja dirumahkan. Disektor formal tersebut pekerja yang dirumahkan dengan rincian 48 orang dipekerjakan kembali dan 141 orang pekerja masih dirumahkan.

Sementara sesuai data 1 Februari 2021, di Tulang Bawang, Pringsewu dan Lampung Barat tidak ada pekerja yang di PHK dan di rumahkan.

Sementara itu Dinas Tenaga Kerja Lampung berupaya untuk mencarikan jalan bagi pengangguran dan memetakan peluang lapangan kerja yang bisa dioptimalkan agar para pencari kerja bisa menyalurkan keahlian dan kemampuannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Lampung, Agus Nompitu, mengatakan kata kunci yang harus dilakukan yakni perluasan lapangan pekerjaan dan menekan angka pengangguran terbuka. Kedua, aspek perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja harus dioptimalkan. 

"Harus ada konektifitas antara pencari kerja dan lapangan kerja. Inovasi yang akan kami gunakan melalui digital. Kami akan melakukan bursa informasi lowongan kerja. Kami sedang mengkonsep bursa lowongan kerja," katanya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait