#uangpalsu#dimusnahkan#bankindonesia#poldalampung

28.761 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan

( kata)
28.761 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan
Dirkrimsus Polda Lampung Kombespol Subakti, Kepala Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto dan perwakilan Bea Cukai, melakukan lemusnahan uang palsu di Kantor Bank Indonesia pada Kamis, (12/12/19). Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lampung dan Polda Lampung memusnahkan 28.761 lembar uang palsu di KPw BI Lampung pada Kamis, 12 Desember 2019. 28.761 lembar uang palsu itu terdiri dari uang kertas pecahan Rp100.000 sebanyak 12.686 lembar, pecahan Rp50.000 sebanyak 15.455 lembar, pecahan Rp20.000 sebanyak 314 lembar, pecahan Rp10.000 sebanyak 58 lembar, pecahan Rp5.000 sebanyak 246 lembar, pecahan Rp2.000 sebanyak 2 lembar.

Kepala KPw BI Lampung Budiharto Setyawan menjelaskan pemusnahan barang temuan uang rupiah palsu pada hari ini menggunakan fasilitas Mesin Racik Uang Kertas (MRUK) milik BI  Lampung.

"Pemusnahan akan dilakukan oleh Tim Pemusnahan Polda Lampung yang dibantu oleh Tim Operator MRUK KPw BI Provinsi Lampung. Pelaksanaan pemusnahan akan disaksikan oleh lima unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) di Provinsi Lampung," kata dia.

Ia jelaskan temuan uang palsu di tahun ini menurun di banding 2018. "Jika kita hitung rasio dari 1 juta lembar uang ada berapa uang palsunya, jadi ada penurunan," ujarnya.

Pihaknya akan terus bersinergi dengan Polda Lampung untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat  melalui pemaparan yang cukup masif . Pendekatan melalui 3D (dilihat, diraba, diterawang) juga efektif dilakukan.  

Dirkrimsus Polda Lampung Kombespol Subakti menjelaskan uang rupiah palsu yang akan dimusnahkan berasal dari temuan masyarakat maupun dari hasil proses pengolahan uang di perbankan dan BI Lampung dalam periode tahun 2014 sampai dengan Oktober 2019.

" Masyarakat bisa laporkan ke bank atau kantor polisi jika menemukan dan mendapatkan uang palsu. Penemuan uang palsu dari masyarakat ini tidak terkait dengan tindak pidana apapun, karena jika terkait pidana maka tidak bisa dihancurkan," katanya.

Pemusnahan dilakukan setelah disetujui Ketua Pengadilan Negeri Bandar Lampung melalui surat tertanggal 1 Agustus 2019. Atas surat tersebut, Pengadilan Negeri Bandar Lampung telah menyampaikan surat kepada Polda Lampung Nomor W9-U1/6010/HK.01/XIII/2019 tanggal 7 Agustus 2019 perihal permintaan persetujuan pemusnahan barang temuan uang rupiah palsu.

Dalam surat tersebut, Pengadilan Negeri Bandar Lampung menegaskan bahwa  uang rupiah palsu yang bukan barang bukti suatu kasus tindak pidana yang sedang diperiksa oleh Pengadilan, maka kewenangan pemusnahannya ada pada Kepolisian.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait