#pelabuhanbakauheni#beritalampung#penyeberangan#mudik

27.120 Penumpang Belum Kembali ke Pulau Jawa Melalui Pelabuhan Bakauheni

27.120 Penumpang Belum Kembali ke Pulau Jawa Melalui Pelabuhan Bakauheni
Puluhan penumpang kapal antre saat memesan tiket elektronik di terminal eksekutif pelabuhan Bakauheni, Minggu, 1 November 2020. Lampost.co/Aan kridolaksono.


Kalianda (Lampost.co): Penumpang puncak arus balik libur nasional dan cuti bersama memperingati Maulid Nabi Muhamad saw 1443 H dari Sumatera menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni,   lebih besar dibandingkan dari Jawa menuju Sumatera.  

Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Syaifulahil Maslul Harahap, menjelaskan berdasarkan catatan ASDP Bakauheni, dari hari Sabtu (31 Oktober 2020) pukul 08.00 WIB sampai Minggu (1 November 2020) pukul 08.00 WIB, jumlah penumpang yang naik dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak berjumlah 26.123  orang.

Jumlah tersebut, lebih besar dibandingkan penumpang yang turun ke Pelabuhan Bakauheni menuju Merak yang berjumlah 21.825 orang atau selisih. 6.294 orang.  

Hal serupa sama dengan jumlah kendaraan roda empat penumpang yang naik dari Bakauheni menuju Merak tercatat sebanyak 3.367 kendaraan. Sedangkan yang turun ke Bakauheni menuju Merak berjumlah 2.547 kendaraan.

Meskipun jumlah penumpang dan kendaraan yang naik dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak lebih banyak pada puncak arus balik libur panjang. Akan tetapi, pihak ASDP mencatat sebanyak 27.120 orang penumpang belum kembali ke Pulau Jawa dari jumlah total 133.114 orang yang turun ke Pelabuhan Bakauheni. 

Sedangkan kendaraan roda dua yang belum kembali sekitar 52% atau 2.510 sepeda motor dan kendaraan roda empat penumpang yang belum kembali sekitar 14% atau 2.301 kendaraan dari total keseluruhan sebanyak 16.212 kendaraan yang turun ke pelabuhan Bakauheni sejak Selasa (27 Oktober 2020) pukul 08.00 WIB sampai Minggu (1 November) pukul 08.00 WB. 

"Secara keseluruhan, kendaraan yang turun ke Bakauheni hingga Minggu pagi sebanyak 35 427 unit. Sedangkan kendaraan yang naik dari Bakauheni sebanyak 29.417 unit. Jadi ada selisih 6.016 kendaraan," ujar Syaiful kepada Lampost.co, Minggu, 1 November 2020.

Syaiful juga menekankan kepada para penumpang yang datang maupun yang berangkat dari Bakauheni, harus mematuhi protokol kesehatan. "Kami mengimbau kepada penumpang untuk selalu menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait