bombaliterorJI

23 Teroris Jamaah Islamiyah Ditangkap dari 8 Lokasi di Sumatra

23 Teroris Jamaah Islamiyah Ditangkap dari 8 Lokasi di Sumatra
Pemindahan teroris dari Lampung ke Jakarta melalui Bandara Radin Inten II, Rabu, 16 Desember 2020. Dok. Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan sebanyak 23 terduga teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

Argo menjelaskan, ke-23 terduga teroris itu dilakukan penangkapan dari delapan lokasi di Sumatra. Antara lain, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pringsewu, Metro, Jambi, Riau, dan Palembang.

Baca juga: Polisi Temukan Bungker Teroris Upik Lawanga di Lampung

"Ada delapan lokasi penangkapan di Sumatra," kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Desember 2020, dalam rilis yang diterima Lampost.co dari Bidhumas Polda Lampung.

Menurut Argo, penangkapan 23 terduga teoris ini dua di antaranya merupakan terduga teroris yang merupakan petinggi dari Jamaah Islamiah (JI). Mereka adalah Taufik Bulaga alias Upik Lawanga, dan Zulkarnain alias Arif Sunarso Panglima Askari JI.

Baca juga: 23 Tahanan Teroris Dipindah ke Jakarta, Salah Satunya Pelaku Bom Bali

"Awalnya 21 orang tersangka teroris ditangkap di Lampung ada delapan lokasi. Kemudian, dari 21 itu kami temukan DPO yaitu tersangka yang atas nama Upik dengan Zulkarnain," ujar Argo.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menerbangkan 23 tahanan kasus terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Lampung ke Jakarta pada Rabu, 16 Desember 2020.

Upik Lawanga merupakan anggota JI yang menjadi dalang dari beberapa teror bom seperti Bom Tentena, Bom Gor Poso, Bom Pasar sentral, dan rangkaian tindakan teror lainnya pada 2004 hingga 2006.

Sedangkan Zukarnain merupakan DPO Polri dalam kasus teror Bom Bali I yang terjadi di tahun 2001. Ia juga memiliki kemampuan merakit bom high explosive, senjata api, dan kemampuan militer dalam melakukan tindakan terror. Sedangkan 21 lainnya yang diamankan di Lampung memiliki perannya masing-masing.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait