#Bandara#Covid-19#Lampung

22.979 Penumpang Pesawat Keluar Masuk Lampung selama Oktober

22.979 Penumpang Pesawat Keluar Masuk Lampung selama Oktober
Penumpang pesawat sedang memasuki Bandara Radin Inten II. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jumlah penumpang moda transportasi udara dari Lampung meningkat. Executive General Manager (EGM) Bandara Radin Inten II, M Hendra Irawan mengatakan penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara mencapai 22.979 orang pada periode 1—24 Oktober 2021.  

Ia menjelaskan jumlah penumpang pesawat tersebut meningkat dari bulan sebelumnya. Berdasar pada rekap data dari Bandara Radin Inten II, pada periode 1—24 September 2021, ada 137 pesawat dan 15.665 penumpang. Sementara itu, periode 1—24 Oktober 2021 terdapat 163 pesawat dengan 22.979 penumpang.

"Oktober dibandingkan September, ada kenaikan 18,98% pesawat dan 46,69% penumpang. Sementara setiap harinya rata-rata ada 7 penerbangan pesawat dan 957 penumpang," kata dia, Senin, 25 Oktober 2021.

Baca: Naik Pesawat Wajib PCR, Ini Wilayah yang Masih Boleh Pakai Antigen

 

Terkait aturan yang diterapkan kepada penumpang yang hendak melakukan penerbangan, pihaknya berpedoman pada Surat Edaran Menteri Perhubungan No 88 Tahun 2021 dan Surat Edaran Satgas covid-19 No 22 Tahun 2021 menyatakan untuk wilayah dari/menuju/antarbandar udara di Pulau Jawa dan Bali serta daerah yang dengan PPKM level 4 dan 3 syaratnya sudah vaksin dosis II, hasil negatif tes RT-PCR 2 x 24 jam. 

“Sementara dari dan menuju bandar udara di luar Pulau Jawa dan Bali serta daerah dengan PPKM 2 dan 1 syaratnya hasil negatif RT-PCR 2 x 24 jam atau hasil negatif tes antigen 1 x 24 jam,” ujarnya.

Terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengakui hasil tes PCR sebagai syarat penerbangan domestik memberatkan bisnis pariwisata Indonesia.
Menurutnya, hal ini berdampak pada penurunan jumlah kunjungan turis. Dia mencontohkan seperti yang terjadi di Bali, yang mana ada penurunan jumlah wisatawan nusantara hingga 30%.

"Tes PCR ini berdampak ke pariwisata dan ini berat banget. Kami lagi coba tingkatkan wisata Bali yang tembus 10—11 ribu orang yang berkunjung. Tapi, sekarang ada penurunan 20%—30%," ujarnya.

Ia menambahkan bagi pelaku perjalanan udara yang berusia di bawah 12 tahun wajib didampingi orang tua/keluarga yang dibuktikan dengan kartu keluarga serta memenuhi persyaratan tes Covid-19.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait