#pelecehan#fotografer#siswasd

21 Siswa SD di Natar Menjadi Korban Asusila Fotografer

21 Siswa SD di Natar Menjadi Korban Asusila Fotografer
Tersangka pelaku perbuatan asusila terhadap siswa SD yang berprofesi sebagai fotografer. (FotoDok.Polsek Natar)


Kalianda (Lampost.co)--Oknum yang mengaku fotografer berinsial IW diamankan karena  diduga melakukan perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 21 siswa SD di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, menjadi korbannya.

Berdasarkan informasi yang didapat lampost.co, kejadian itu bermula saat di Sekolah Dasar di Natar, sedang ada sesi pemotretan untuk foto ijazah siswa kelas 6 yang dilakukan fotografer berinsial IW pada Senin, 20 Februari 2023. Saat pemotretan itulah diduga oknum fotografer tersebut melakukan tindak asusila terhadap ke 21 siswa.

Kapolsek Natar Kompol Enrico Donald Sidauruk membenarkan peristiwa tindak asusila yang dilakukan oknum fotografer di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Natar.

"Iya benar, kini pelaku sudah ditahan di Mapolsek Natar untuk penyelidikan lebih lanjut," katanya, Minggu, 12 Maret 2023.

Menurut Enrico, tersangka IW menjadi fotografer sejak orang tuanya meninggal dan salah satu langganan orang tua pelaku adalah SD di Natar.

"Jadi orangtua fotografer ini sudah sakit-sakitan, lalu usaha fotografer tersebut diserahkan ke anaknya, yakni pelaku IW. Memang pihak sekolah sudah bekerjasama dengan keluarga fotografer itu sudah lama," katanya.

Sesi pemotretan foto ijazah untuk siswa kelas 6 itu, pihak sekolah sudah menyediakan tempat outdoor (ruangan terbuka) untuk sesi pemotretan.

"Namun si fotografer enggan foto ditempat tersebut. Alasannya silau dan semacamnya, kemudian pihak sekolah menyediakan ruangan untuk pemotretan sesuai dengan keinginan pelaku," lanjut Enrico.

Peristiwa terungkap setelah para guru merasa curiga dengan gerak gerik pelaku. Dan siswa usai pemotretan keluar dengan pakaian yang berantakan.

"Saat itu diduga tidak ada pengawasan dari pihak guru ataupun sekolah, karena para guru hanya diperbolehkan menunggu di luar kelas dan anak-anak disuruh masuk satu-persatu. Jadi isi di kelas tersebut hanyalah fotografer dan si murid," katanya.

Kemudian salah satu murid menelfon orangtuanya, karena mendapatkan perlakukan seperti itu.

Kemudian, orangtua siswa tersebut menelfon pihak sekolah, untuk membenarkan peristiwa tersebut. "Korbannya semua perempuan," ujarnya.

Peristiwa itu juga dibenarkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak DPP-PA Lampung Selatan, Acam Suyana. Ia menyebut ada sekitar 21 siswa yang menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum fotografer.

"Iya betul ada kasus pencabulan di salah satu SD di Natar. Kami waktu itu sudah rapat dengan Polres, Polsek Natar, Camat Natar, Babinsa dan pihak sekolah juga," katanya.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait