#petani#sawah#banjir

209 Hektare Tanaman Padi di Jabung Terancam Puso

209 Hektare Tanaman Padi di Jabung Terancam Puso
Petani di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, terpaksa memanen tanaman padi lebih awal akibat terdampak luapan sungai Way Sekampung. Istimewa


Sukadana (Lampost.co) -- Sebanyak 209 hektare tanaman padi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, terancam puso akibat terendam banjir.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), M Yusuf HR, menjelaskan, beberapa hari terakhir Way Sekampung yang melintasi sejumlah wilayah Kecamatan di Lampung Timur meluap. Luapan itu terjadi karena tingginya intensitas curah hujan.

Menurut Yusuf, akibat meluapnya Way Sekampung tercatat sekitar 350,75 hektare tanaman padi usia tanam 75 hingga 90 hari di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Jabung, terendam banjir luapan sungai sejak Jumat, 12 November 2021.

"Hingga hari ini air yang merendam tanaman padi mulai surut. Tapi dari 350,75 hektare itu tercatat sekitar 209 hektare lahan sawah sampai saat ini masih terendam," kata dia, Selasa, 16 November 2021.

Selain masih merendam 209 hektare sawah, lanjut Yusuf, banjir juga merendam dan mengakibatkan sekitar 4,5 hektare tanaman jagung, dua hektare tanaman sayuran, cabai, pare, dan timun terancam puso.

Dijelaskan juga oleh Yusuf, akibat banjir yang berasal dari luapan sungai Way Sekampung tersebut membuat sebagian petani yang lokasi lahannya berbatasan langsung dengan daerah aliran sungai (DAS) Way Sekampun menjadi was-was.

"Karena khawatir tidak bisa panen karena banjir, sebagian petani terpaksa memanen tanaman padinya lebih awal,” kata Yusuf.

Pihaknya mengakui persoalan banjir yang melanda lahan sawah atau kebun petani yang lahannya berbatasan langsung dengan DAS Way Sekampung selalu terjadi setiap tahun, khususnya pada musim hujan.

"Kami sudah kerap mengimbau para petani khususnya yang memiliki lahan berbatasan langsung dengan Das Way Sekampung agar dapat menyiasati waktu tanam, yaitu memulai waktu tanam dengan menyesuaikan kondisi cuaca," ungkapnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait