#peternakan#PMK

200 Ekor Sapi di Palas Disuntik Vaksin PMK

200 Ekor Sapi di Palas Disuntik Vaksin PMK
Penyuntikan vaksin PMK di Desa Pulaujaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Sebanyak 200 ekor ternak sapi milik warga Desa Pulaujaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diberi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemberian vaksin tersebut dilakukan secara door to door ke kandang milik peternak.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, penyuntikan vaksinasi ternak sapi tersebut didampingi langsung Dokter Hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel.

Kasubag Tata Usaha UPTD Puskeswan Kecamatan Palas-Sragi, Guswanto mengatakan pihaknya menyediakan 200 dosis vaksin PMK untuk ternak sapi di Desa Pulaujaya. Vaksin itu diberikan ke ternak sapi yang berusia lebih dari 3 bulan, tidak sakit dan tidak sedang mengandung.

"Kalau ada ternak sapi yang sedang sakit dan mengandung sudah pasti tidak bisa menerima vaksin PMK. Pada dasarnya, sapi yang mengandung bisa saja diberi vaksin, tapi dikhawatirkan mempengaruhi kandungan sapi tersebut," kata dia disela-sela penyuntikan vaksin, Kamis, 30 Juni 2022.

Dia mengaku penyuntikan vaksin yang dilakukan secara door to door ke kandang tersebut untuk mengantisipasi ada hewan jenis sapi milik warga yang tertular PMK seperti yang terjadi di wilayah lain.

"Ya, Alhamdulillah sejauh ini belum ditemukan adanya sapi di kecamatan Palas terkena penyakit yang tengah marak menyerang sapi tersebut. Pemberian vaksin ini sengaja dari kandang ke kandang untuk cegah penularan PMK," kata dia.

Dia mengaku Desa Pulaujaya menjadi sasaran utama kegiatan vaksin ini karena daerah rentan penularan PMK. Sebab, desa tersebut berbatasan langsung dengan Lampung Timur yang telah ditetapkan sebagai zona merah penularan PMK di Provinsi Lampung.

"Jadi, Desa Pulaujaya ini berbatasan dengan Lamtim. Artinya sangat rentan penularan PMK. Maka dari itu, kami utamakan di Desa Pulaujaya ini," kata dia.

Sementara itu, Dokter Hewan Muksin mengatakan penyuntikan vaksin PMK tersebut belum mampu menyasar semua ternak sapi yang ada di Desa Pulaujaya. Namun, setidaknya dari jumlah dosis itu sudah membentuk kekebalan 70 persen dari jumlah populasi yang ada.

"Populasi di Desa Pulaujaya ini ada sekitar 250-300 ekor. Tapi, vaksin ini sudah diberikan ke 200 ekor. Artinya, kekebalan terhadap virus sudah terbentuk untuk mencegah penyebaran PMK," ujarnya.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait