koronacovid-19

20 Dokter Nigeria Meninggal Akibat Covid-19 dalam Sepekan

20 Dokter Nigeria Meninggal Akibat Covid-19 dalam Sepekan
Seorang staf medis di Nigeria melakukan tes covid-19 terhadap seorang warga. (Kola Sulaimon/AFP)


Abuja (Lampost.co) -- Setidaknya 20 dokter di Nigeria meninggal usai terpapar virus korona (covid-19). Puluhan kematian itu terjadi sepanjang pekan kemarin, saat Nigeria berusaha mengatasi dampak berat pandemi covid-19 terhadap sektor kesehatan dan ekonomi.

"Sebagai pekerja di sektor kesehatan, kami telah kehilangan cukup banyak kolega," ujar Ketua Asosiasi Medis Nigeria (NMA) Enema Amodu dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari laman Bernama pada Sabtu, 26 Desember 2020.

"Di seantero negeri, kami telah kehilangan sekitar 20 dokter dalam satu pekan terakhir," sambungnya.

Menurut laporan NMA, banyak dokter di Nigeria tidak mempunyai Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai sebelum menangani pasien covid-19. Hal ini semakin meningkatkan risiko penularan covid-19 dari pasien ke dokter.

Berdasarkan penelusuran media Anadolu Agency, lebih dari 1.000 tenaga medis di Nigeria telah dinyatakan positif covid-19. Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Nigeria Osagie Ehanier, total 812 staf medis di seantero negeri dinyatakan positif covid-19 sejak awal pandemi hingga 2 Juni lalu.

Satu bulan setelahnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 10 ribu tenaga kesehatan di 40 negara Afrika telah terinfeksi covid-19.

Sejak WHO menyatakan covid-19 sebagai pandemi pada Maret lalu, otoritas Nigeria telah mengonfirmasi total 1.242 kematian dari 81.963, dengan jumlah yang sembuh mencapai 69.651. Data disampaikan Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC).

Masih dari data NCDC, Nigeria mengalami gelombang kedua penyebaran covid-19. Kamis kemarin, jumlah kasus harian covid-19 di Nigeria mencapai 1.041 dengan enam tambahan kematian.

Covid-19 pertama kali dilaporkan di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, sebelum akhirnya menyebar secara global. Berdasarkan data situs pemantau Johns Hopkins University, saat ini total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 79,8 juta dengan sekitar 1,75 juta kematian dan 45 juta lebih pasien sembuh.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait