demoaksi

2 Pendemo Omnibus Law Positif Narkoba

2 Pendemo Omnibus Law Positif Narkoba
urine . Dok Lampost.co


 Bandar Lampung (Lampost.co) -- Selama  kurun waktu tiga hari, yakni 7-9 oktober 2020, Polda Lampung bersama Polresta Bandar Lampung mengamankan setidaknya 318 orang, terkait aksi omnibus law yang berujung pada anarkis dan vandalisme, baik dari unsur mahasiswa, masyarakat, hingga orang biasa, terkait penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Rinciannya, pada 7 Oktober 24 orang diamankan dan 19 orang dipulangkan dan 5 orang ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian  pada 8 Oktober 248 diamankan dan 243 orang dipulangkan sedangkan 5 orang masih diperiksa. Kemudian pada 9 Oktober 2020, 46 orang diamankan dan semuanya dipulangkan.


Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad memaparkan, mereka yang diduga terlibat tindak pidana, barang bukti yang diamankan dari para terduga seperti kayu, besin, batu pecahan kaca yang diarahkan ke petugas dan plastik/wadah yang berisikan BBM,  diduga akan dibuat menjadi molotov. Mereka juga merusak 4 titik fasilitas umum, salah satunya Post Tugu Lantas Adipura.

Para pelaku bisa dijerat denga pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan, maupun pasal 218 jo pasal 212 terkait pengrusakan fasilitas umum, ataupun negara.

"Jadi hari pertama ada 24 orang, 19 dipulangkan, pada hari kedua 248 dan ada 243 yang dipulangkan, kita lakukan pembinaan dengan melibatkan  orang tua, keluarga dan pihak Dinas Pendidikan, jadi dua hari itu ada 10 yang diamankan dan diperiksa, dan diduga ada unsur (pidana)nya," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Minggu 11 Oktober 2020.

Pandra memaparkan pemuda yang diamankan didominasi oleh pelajar. Karenanya, jika masih berbuat yang serupa, mereka bakal memiliki catatan kriminal.

"Membuat surat pernyataan disaksikan orang tua, apabila mereka berbuat pidana lagi, akan masuk dalam catatan, tidak dikeluarkan SKCK, jika nanti mereka tamat sekolah atau mengurus pekerjaan," paparnya.

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana memaparkan, sementara 5 orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka, yakni yang diamankan pada 7 Oktober 2020.

"5 orang sudah terasangka, karena ada upaya pengrusakan," ujarnya.

Sementara, 5 orang lainnya yang diamankan pada 8 Oktober, 2 orang karena urinenya positif, dan 3 orang membawa bensin yang berpotensi dijadikan molotov.

"2 positif narkoba yang bawa bensin Ini akan di pulangkan (belum memenuhi unsur)," paparnya.

Kasatresnarkoba Polresta Bandar Lampung AKP Zainul Fachry memaparkan, kalau keduanya sudah diperiksa. Namun, memang tidak ditemukan barang bukti narkoba dari keduanya, atau sisa-sisa pakai hingga alat-alat lainnya.

"Jadi satu di bawah umur sudah kita pulangkan, satu dewasa masih kita dalami, ada waktu 3x24 jam x 2 (aturan KUHAP)," paparnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait