#pilkada#perekaman

2.000 Warga Pesisir Barat Belum Perekaman KTP-El

2.000 Warga Pesisir Barat Belum Perekaman KTP-El
Kantor Disdukcapil Pesisir Barat di Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah. Dok.


Krui (Lampost.co) -- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pesisir Barat mengatakan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 107.150 yang dikeluarkan KPU untuk pilkada merupakan data dari pemerintah pusat.  

"Tentang DPT kalau data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) itu MoU antara KPU pusat dan Disdukcapil pusat, mereka ada kerja sama mengakses data. Jadi keluarnya data itu (DPT) yang diberikan dari  level pusat. Kami di sini tugasnya, seperti kemarin, hasil coklit (KPU) di Pesisir Barat banyak yang belum perekaman KTP. Kami berusaha melakukan perekaman, tapi kendala pandemi Covid-19," kata Kepala Disdukcapil Pesisir Barat Murliana saat ditemu di kantornya, Senin, 9 November 2020. 

Dia mengatakan dari total 161.509 jumlah penduduk Pesisir Barat, ada sekitar 2.000 orang yang belum terdata atau melakukan perekaman KTP tersebar di 11 kecamatan. Kabanyakan berada di Kecamatan Bangkunat,  Ngaras, Ngambur, Pesisir Selatan, Pesisir Utara, dan Kecamatan Lemong. 

"Wilayah kecamatan yang jauh-jauh. Ya, ada sekitar 2.000 yang belum didata. Karena lagi Covid-19, kantor pelayanan di sini (Pasar Krui), seyogianya masyarakat ke sini. Tetapi kami pernah juga melakukan pelayanan keliling yang diminta camat atau peratin atau berdasarkan data kami di wilayah mana penduduk yang banyak belum melakukan perekaman KTP, seperti beberapa waktu lalu di Way Heni, Kecamatan Bangkunat," katanya. 

Namun, karena kasus Covid-19 di Pesisir Barat melonjak, pelayanan keliling itu dihentikan. Kemudian, kata dia, dalam pelayanan keliling  perekaman KTP yang dilakukan, masyarakat juga dinilai belum melaksanakan protokol kesehatan. 

"Sekarang terkendala Covid-19, kami enggak bisa melaksanakan pelayanan keliling. Masyarakat  juga belum patuh protokol kesehatan. Kadang saat kami melakukan perekaman di pekon-pekon, masyakarat yang melakukan perekaman tidak pakai masker," ujarnya. 

Pihaknya juga tetap melayani perekaman di kantor pelayanan Disdukcapil namun dengan cara online.
Ada juga warga yang tetap dilayani secara manual perekamannya di kantor itu terutama warga dari kecamatan yang jauh dari pusat Kota Krui.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait