#covid-19indonesia

196 Makam Jenazah Covid-19 Dibongkar, Ini Penjelasan Pemkot Bandung

196 Makam Jenazah Covid-19 Dibongkar, Ini Penjelasan Pemkot Bandung
Pembongkaran makam di TPU Cikadut, Bandung. (foto: metrotv)


Jakarta (Lampost.co) -- Sebanyak 196 makam di tempat pemakaman umum (TPU) khusus Covid-19 Cikadut, Bandung dibongkar dan dipindahkan ke tempat pemakaman lain karena jenazah dinyatakan negatif Covid-19.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota bandung, Bambang Suhari meluruskan pemberitaan yang menyebut kalau pembongkaran makam tersebut dikarenakan keterlambatan hasil tes swab dari Rumah Sakit, sedangkan semua jenazah yang dipindahkan ternyata negatif.

Bambang menegaskan, hal itu keliru karena pembongkaran 196 makam murni permintaan dari pihak keluarga atau ahli waris.

"Saya ingin klarifikasi, pembongkaran itu bukan karena keterlambatan rumah sakit atau terlambatnya hasil swab test. Tapi pemindahan itu karena ada keinginan dari ahli waris untuk memindahkan jenazah ke tempat yang lebih dekat sehingga memudahkan untuk ziarah," ujar Bambang Suhari dikutip dari MetroTV, Rabu 16 Juni 2021.

Ia menambahkan bahwa permintaan dari pihak keluarga sudah berlangsung sejak tahun 2020 hingga 2021.

"Sudah ada permohonan sejak tahun 2020 hinga 2021. Diketahui negatif itu (jenazah) karena syarat permohonan adalah surat keterangan rumah sakit yang meyatakan jenazah Mr x itu negatif. Apabila rumah sakit tidak menerbitakan surat keterangan jenazah itu negatif maka kami tidak akan memboingkar makam tersebut," sambungnya.

Lahan khusus pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut memiliki luas 20.000 meter persegi dan baru terpakai 5.600 meter persegi.

Berdasarkan data dari Dinas Tata Ruang Kota Bandung, TPU Cikadut memiliki kapasitas 5.000 liang lahat dan sejauh ini baru terisi sebanyak 1.471 makam.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait