kriminalnarkoba

18 Pengedar Narkoba Ditangkap di Lokasi Berbeda

( kata)
18 Pengedar Narkoba Ditangkap di Lokasi Berbeda
Kasat Narkoba Iptu. Dedi Wahyudi

Pringsewu (Lampost.co) -- Sebanyak 18 pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba ditangkap jajaran Res Narkoba Polres Pringsewu. Perburuan mereka dilakukan sejak 3-4 Juli 2020 di 15 lokasi berbeda. 

Dari 18 perlaku, 14 tersangka diamankan dalam perkara penyalahgunaan narkotika jenis sabu sedangkan 4 orang dalam perkara penyalahgunaan narkotika jenis ganja.

Ke 18 pelaku yang di amankan Sat Narkorba:  AS (48) RH (46), JS als Kevin (27), BP (32), SH als Adam (25), RA als Toni (36). Kenudian DA als Mugen (25),  DD (24), ST als Tini (40), HK (44), AAW (21), DBR (34), MA als Odoi (44), DA (23), AK (57), SBA (25), HS als Hasan (39) dan IN (40).

Mirisnya dari para tersangka itu ada dua orang pelaku yang masih satu keluarga yaitu anak dan ayah. Tersangka sebagai anak adalah AK dan ayahnya SBA dan satu tersangka wanita adalah ST als Tini.

Kasat Narkoba Iptu. Dedi Wahyudi mewakili Kapolres Pringsewu AKBP. Hamid Andri Soemantri, Kamis, 9 Juli 2020 menyatakan penangkapan 18 penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja,  merupakan tindaklanjut atas laporan warga serta pengembangan dari pelaku yang sudah diamankan sebelumnya.

Dia menambahkan, para pelaku diamankan di berbagai wilayah diantaranya 9 orang beralamat di wilayah Kecamatan Pringsewu, 4 pelaku di Kecamatan Gadingrejo, 2 pelaku di Kecamatan Ambarawa, 1 pelaku dari Pardasuka dan 1 pelaku dari Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.

Iptu Dedi menambahkan selain mengamakan pelaku,  polisi juga mengamankan barang bukti berupa 6.06 gram sabu, 14 gram daun ganja kering, 6 buah alat hisap sabu, 10 ponsel serta kaca pirek, dan plastik bekas pakai. Bahkan dari hasil tes urine ternyata hasilnya  positif mengandung zat MET Methamphetamin  /sabu dan zat THC Tetrahidrokanabinol /ganja.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka para pelaku ber18 status sebagai pengguna, baik sabu maupun ganja. "Jajaran kami masih terus di kembangkan dari mana barang haram di peroleh," ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku akan dibjerat dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar