#lalulintas

170 Sepeda Motor Berknalpot Bising Ditilang

170 Sepeda Motor Berknalpot Bising Ditilang
Satlantas Polresta Bandar Lampung menyita 170 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan atau di atas batas normal. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satlantas Polresta Bandar Lampung menyita 170 unit sepeda motor berbagai tipe yang menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan atau di atas batas normal. Batas normal deru knalpot ditetapkan dari 80-90 desible (db) tergantung cc motor.

Penilangan dilakukan sejak 4 Januari 2021 di beberapa jalan protokol, seperti Jalan ZA Pagar Alam, Cut Nyak Dien, Woltermonginsidi, Diponegoro, RA Kartini, Teuku Umar, Raden Intan, Ahmad Yani, MT Haryono, hingga jalan yang kerap digunakan untuk balap liar, yakni Jalan Sultan Agung dan Laksamana Malhayati.

"Bagi yang terjaring operasi, diberikan kesempatan hingga 25 Januari 2021 untuk datang ke Polresta dan mengganti knalpot yang terpasang dengan knalpot standar yang sesuai ketentuan. Apabila lewat 25 Januari, motor akan diserahkan ke pengadilan untuk disidangkan," ujar Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Ganda M. Saragih, Selasa, 12 Januari 2021.

Para pengendara yang ditilang telah melanggar Pasal 285 ayat (1) Undang-Undang nomor 22 tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman pidana maksimal Rp250 ribu.

"Selain itu, kebut-kebutan ini menimbulkan kerumuman. Pandemi Covid-19 di Bandar Lampung semakin meningkat," kata dia.

Dari 170 sepeda motor, satu diduga kendaraan tanpa surat-surat resmi. Sepeda motor tersebut jenis Yamaha R15 warna silver.

"Kami akan mengkoordinasikan dan menyerahkan ke Satreskrim untuk didalami," tegas Wakapolresta. 

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Bandar Lampung AKP Rafly Yusu Nugraha mengaku akan menyosialisasikan lebih gencar tentang larangan penggunaan knalpot racing ke masyarakat Bandar Lampung.

"Pengguna kendaraan, baik klub motor atau remaja, begitu juga dengan penjual knalpot agar tak menjual yang tidak sesuai ketentuan," papar dia.

 

Pasang knalpot racing karena gabut

Thoriq Abdul Aziz (18), remaja yang baru saja lulus dari SMA Global Madani, merupakan salah satu warga yang ditilang. Ia datang ke Mapolresta Bandar Lampung pada Selasa, 12 Januari untuk memasang knalpot standar Suzuki GSX 125 cc miliknya.

"Awalnya saya coba (knalpot) dua bulan karena efek di rumah, gabut (Suntuk karena menganngur) gitu, jadi saya beli dan coba. Saya sadar kalau banyak negatif dan ganggu masyarakat," ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung.

Warga Kedaton itu membeli knalpot tersebut via online dengan harga Rp750 ribu. Thoriq ditilang saat melintasi Jalan Teuku umar.

"Waktu itu mau ke rumah Saudara," papar dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait