#pesawaran

17 Kades yang Absen Saat Rakor di Pesawaran Dipanggil

17 Kades yang Absen Saat Rakor di Pesawaran Dipanggil
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat memberikan arahan kepada seluruh Kades yang hadir di Aula Pemda setempat, Kamis, 28 Juli 2022. (Lampost.co/Putra Pancasila Sakti)


Gedongtataan (Lampost.co) -- Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, meminta inspektorat kabupaten setempat memanggil kepala desa (kades) yang tidak menghadiri rapat koordinasi (rakor) kades se-kabupaten Pesawaran semester 1 di Aula Pemda setempat. 

Diketahui, dari 144 kades yang ada, terdapat 17 kades yang tidak hadir atau tidak mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti rakor yang digelar Pemkab Pesawaran. 

"Ini kan undangan resmi dari pemerintah, bukan undangan pribadi atas nama Dendi Ramadhona. Kalau mereka tidak bisa menghargai undangan ini, bagaimana kami mau menghargai mereka. Saya minta pak inspektur memanggil para kades yang tidak hadir tanpa keterangan pada hari ini. Kasih sanksi kalau perlu. Sehingga ke depannya dapat menghargai undangan resmi dari pemerintah," ujar dia.

Dendi melanjutkan rakor kali ini juga diisi dengan pencegahan narkoba yang disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung. 

"Selain itu, saat ini semua pihak juga memiliki kewajiban untuk mencegah peredaran narkoba yang semakin meluas sampai tingkat desa. Maka, para kades juga harus bisa menekan peredaran narkoba di desanya," katanya.

Baca juga: 144 Kades Ikut Rakor Bahas Kemajuan Desa

Sementara itu, Kepala BNNP Lampung Brigjen Edi Swasono mengatakan, perlu ada edukasi terkait dampak buruk bahaya narkoba bagi generasi muda dan masyarakat desa.

"Di sini kami memberikan pengertian serta upaya pencegahan kepada para Kades, sehingga mereka dapat menyampaikan dan menyosialisasikan kepada masyarakat desanya agar dapat mewaspadai penyalahgunaan narkoba baik di lingkungan keluarga maupun warga sekitar," katanya. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait