Posyandu

150 Kader Posyandu Ikuti Pelatihan Keamanan Pangan

150 Kader Posyandu Ikuti Pelatihan Keamanan Pangan
Caption; Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara, Juliansyah Imron, mengisi kegiatan pelatihan keamanan pangan bagi kader posyandu dari Puskesmas Madukoro di aula Dinkes setempat. Yudhi


KOTABUMI (Lampost.co) -- Selain penerapan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M), untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, masyarakat juga mesti memahami tentang standar keamanan pangan dari makanan maupun minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

"Pembentukan imun alami tubuh agar tahan terhadap serangan penyakit maupun virus dimulai dari konsumsi makanan maupun minuman bergizi. Tapi, hal itu belum cukup bila belum ada jaminan makanan maupun minuman tersebut layak konsumsi," ujar Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara, Juliansyah Imron, di sela kegiatan pelatihan keamanan pangan di aula Dinkes setempat, Kamis, 26 November 2020.

Menurutnya, makanan maupun minuman masuk kategori layak konsumsi bila telah memenuhi persyaratan standar kesehatan, yakni tidak terkontaminasi atau terpapar zat kimia maupun biologis yang dimungkinkan akan menimbulkan permasalahan kesehatan dikemudian hari.

"Tidak semua kebutuhan pangan maupun minuman mampu kita cukupi sendiri dan untuk memenuhinya, kita mesti membeli, baik di warung, toko maupun supermarket. Sebab itulah, sangat penting bagi masyarakat mengetahui ciri fisik maupun bau makanan dan minuman  untuk mdnandai apakah masuk katagori layak konsumsi atau tidak," tuturnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Dinkes Lampung Utara, menggelar pertemuan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) atau pelatihan keamanan pangan yang diikuti total 150 kader posyandu dari tiga puskesmas. Dengan rincian Puskesmas Kotabumi 2, Puskesmas Kotabumi Udik dan Puskesmas Madukoro.

"Pelatihan keamanan pangan itu dilakukan secara bertahap selama tiga hari. Setiap satu kali pelatihan di gelar, diikuti satu puskesmas dengan menyertakan perwakilan 50 kader posyandunya," kata dia.

Dalam pelatihan itu, kader posyandu diajarkan ciri fisik makanan yang terkontaminasi bahan kimia seperti  bahan pengawet  yang tidak dianjurkan misalnya formalin dan boraks. Juga makanan dan minuman yang menggunakan pewarna yang di larang seperti pewarna tekstil. Selain itu juga yang terkontaminasi, secara biologi seperti bakteri dari ciri fisik maupun baunya.

"Khusus untuk makanan dan minuman kemasan, peserta juga diajarkan ciri fisik pada kemasan, seperti  cek list kemasan dan keterangan lebel izin edar kadaluwarsa (KLIK)," kata dia.

Dia berharap ilmu yang didapat selama pelatihan itu dapat merubah prilaku bila diterapkan dalam kegiatan sehari-hari dan pemahaman tersebut dapat disebarluaskan bagi masyarakat lain atau minimal di lingkungan keluarganya masing-masing.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait