#advetorial#pengukuhandokter#malahayati

141 Dokter Lulusan Universitas Malahayati Siap Mengabdi ke Masyarakat

141 Dokter Lulusan Universitas Malahayati Siap Mengabdi ke Masyarakat
141 Dokter Lulusan Universitas Malahayati Siap Mengabdi ke Masyarakat. (Foto:Lampost/Deta Citrawan)


Bandar Lampung (Lampost.co)–Universitas Malahayati melakukan pengukuhan dan sumpah dokter terhadap 141 dokter angkatan ke-60 periode tahun 2022, di Gedung Graha Bintang kampus setempat, Kamis, 19 Mei 2022.


Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, dr Toni Prasetya, dalam sambutannya mengatakan ada 141 orang dokter yang telah diambil sumpah pada pengukuhan kali ini.

“Pengukuhan kali ini yang terbanyak dari beberapa periode dan pesan saya kepada dokter baru ini perjalanan masih panjang, banyak prestasi yang masih bisa dicapai,” ujarnya.

Kemudian, Rektor Universitas Malahayati, Achmad Farich juga mengingatkan tantangan kedepan setelah diambil sumpah sebagai dokter lebih berat yaitu menjalankan tugas secara profesional.

“Kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan sehingga lulusan kedepan dapat meningkatkan perannya kepada dunia kedokteran. Tidak hanya mutu kualitas pendidik tapi mutu sarana dan prasarana untuk metode pembelajaran secara virtual supaya bisa mengimbangi kualitas mutu pendidikan yang ada,” kata dia.

Sementara Ketua Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), dr Dollar mengatakan, dunia kedokteran ini sangat unik dan terhadap dokter baru agar dapat menjalankan tugas sesuai dengan 5 pedoman.

“Yaitu pertama wajib mengutamakan Tuhan, mengucap syukur, menerima dengan ikhlas, tidak boleh mengeluh dan meninggalkan kebencian kepada siapapun, dan tak menjanjikan kesembuhan karena dokter hanya berupaya, Tuhan yang menentukan,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua IDI Provinsi Lampung, Prof Asep Sukohar mengingatkan, agar kepada dokter yang telah diemban tugas baru ini dapat berkiprah hingga keluar negeri tidak hanya di Indonesia.

“Saran saya Anda tidak hanya berkiprah di Indonesia, sebab masih banyak negara yang jumlah dokternya sedikit terlebih bagi anda yang ingin mencari pengalaman di luar negeri seperti Inggris, Amerika, dan lainnya, tapi kembali lagi tergantung Anda ingin berkarir dimana,” kata Asep.

Terkahir dirinya juga mengingatkan, memahami etika serta menjalankan tugas sesuai dengan etika profesi dokter sangat penting. Mengikuti aturan yang ada supaya dapat menjalankan praktik dengan baik.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait