#Covid-19Lampung

14 Kecamatan di Lambar Mulai Belajar Tatap Muka

14 Kecamatan di Lambar Mulai Belajar Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan Bulki sedang memantau kegiatan KBM tatap muka di kecamatan Balikbukit, Lambar. Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Sebanyak 14 dari 15 kecamatan di Kabupaten Lampung Barat mulai menggelar kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka. Hal ini sesuai instruksi Bupati Lampung Barat nomor 01 tahun 2021 pada 23 Februari 2021, dengan telah berubahnya status zona penyebaran Covid-19.

"Tinggal Kecamatan Gedungsurian yang belum menggelar KBM tatap muka, sedangkan 14 kecamatan lainnya telah melaksanakan KBM tatap muka kembali," kata Ketua MKKS SD Lambar, Darlin, Senin, 15 Maret 2021.

Menurutnya dari 14 kecamatan itu, 13 kecamatan lainnya telah menggelar KBM tatap muka sejak awal Maret lalu. Kemudian KBM tatap muka di Kecamatan Balikbukit baru mulai Senin, 15 Maret 2021.

"Mudah-mudahan status zona penyebaran covid-19 di Lambar ini terus menurun sehingga KBM tatap muka bisa terus berlangsung," kata dia.

Sementara Kadis Pendidikan Lambar, Bulki, mengatakan KBM tatap muka sudah dilaksanakan kembali sesuai instruksi bupati, kecuali Kecamatan Gedungsurian karena statusnya meningkat menjadi orange. Kemudian untuk Balikbukit, juga sudah menggelar KBM tatap muka karena statusnya telah turun menjadi kuning dari sebelumnya orange dan merah.

"Sesuai instruksi bupati, KBM tatap muka hanya diperbolehkan untuk daerah yang berstatus zona hijau dan kuning," tambahnya.

Ia mengaku, pihaknya pun terus memantau kegiatan KBM tatap muka di sekolah-sekolah untuk memastikan disiplin protokol kesehatanya.

Pada prinsipnya KBM tatap muka di Lampung Barat prosesnya hanya meneruskan saja karena sebelumnya sudah dilaksanakan KBM tatap muka. 
"Semua sarana protokol kesehatan di masing-masing sekolah sudah tersedia. Saat ini tinggal disiplin dan kepatuhan dari seluruh warga sekolahnya itu sendiri. 

Kemudian untuk model pembelajaran, juga seperti pada KBM tatap muka di masa pandemi sebelumnya yaitu hanya berlaku selama dua jam/siswa/hari. Masing-masing mengenakan masker. Kemudian jumlah siswa yang masuk hanya diperkenankan 50% dari kapasitas yang ada dan lainya," ungkapnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait