#kekerasananak#KDRT#pelecehanseksual

137 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Lampung Selama Januari-April

137 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Lampung Selama Januari-April
Ilustrasi. Medcom


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung mencatat sebanyak 137 kasus kekerasan pada perempuan dan anak terjadi di Sang Bumi Ruwa Jurai. Dari total kasus itu, terdapat 165 korban baik perempuan dan anak-anak. 


"Terdata dari Januari hingga April 2022, bulan Januari merupakan jumlah kasus dan korban terbanyak. Di mana untuk kasus kekerasan sebanyak 45 dengan korban sebanyak 55 orang," kata Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri, Jumat, 10 Juni 2022.

Selanjutnya untuk Febuari terjadi 32 kasus kekerasan dengan korban sebanyak 33 orang, Maret 28 kasus kekerasan dengan korban sebanyak 40 orang dan April 32 kasus dengan korban sebanyak 37 orang. 

"Sehingga total kasus se-Provinsi Lampung sebanyak 137 dengan total 165 orang. Dan jika dibandingkan periode yang sama dengan tahun 2021 terdapat penurunan kasus," ujarnya. 

Dari kasus tersebut terdapat enam kategori kekerasan diantaranya kasus rumah tangga, tempat kerja, sekolah, fasilitas umum, lembaga pendidikan kilat selanjutnya kasus lainnya.

"Untuk jenis kekerasan yang paling mendominasi adalah kasus kekerasan seksual, kekerasan fisik, kekerasan psikis. Selanjutnya jenis kekerasan eksploitasi, kekerasan trafficking dan kekerasan penelantaran," ujar dia.

Ia mengatakan dengan adalah laporan yang masuk pada oeriode Januari-April 2022 ini, Dinas PPPA terus memberikan pelayanan yang akurat diantaranya dengan memberikan layanan pengaduan.

"Selanjutnya kami juga beri fasilitas kesehatan, bantuan hukum, penegakkan hukum, rehabilitas sosial, pendampingan tokoh agama, pemulangan dan reintegrasi sosial," ujarnya.

Adapun pendampingan dilakukan sebagai upaya agar para korban merasa aman dan diberikan terapi mental agar korban tidak terpuruk.

"Orang tua dan anak harus berani lapor jika ada kasus kekerasa dan seksual terhadap anak. Jika ada kasus, hilangkan rasa malu, jangan takut lapor karena hal ini harus ditangani dengan hal yang serius," katanya.

Adapun layanan pengaduan diberikan kepada pemerintah Provinsi Lampung melalui nomer hotline dan akun media sosial. "Jika ada pengaduan dan masih enggan melaporkan, bisa melalui media sosial Pemprov Lampung atau melapor ke pihak kepolisian terdekat, nantinya akan koordinasi dengan kami," ujar dia.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait