#BERITALAMPUNGSELATAN#DANADESA

122 Desa Telah Ajukan Pencairan DD

122 Desa Telah Ajukan Pencairan DD
Ilustrasi BLT dana desa. Medcom.id


Kalianda (Lampost.co) -- Hingga kini 122 desa dari 256 desa di Lampung Selatan telah mengajukan proposal pencairan Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2021.

"Ya, ada 122 desa pada Selasa, 13 April 2021,. Kami naikkan (ajukan) berkas pencairan DD -nya ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) 3Lamsel," ujar  Pelaksana Tugas Kepala Bidang (Plt Kabid) Ekonomi dan Pengelolaan Keuangan Desa, M Iqbal Fuad, di ruang kerja, Rabu, 14 April 2021.

Menurut Iqbal, kemungkinan pencairan DD tahap pertama tahun 2021 ini tidak lama lagi. Apalagi, berkasnya telah diajukan ke BPKAD Lampung Selatan.

"Ada kemungkinan dalam minggu - minggu ini pencairannya,"katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dana Desa (DD) tahun 2021 ini diprioritaskan untuk program pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19. Hal ini berdasarkan Permendes Nomor 13/2020 tentang prioritas Dana Desa tahun 2021. 

"Dimana, pada Permendes tersebut pembangunan infrastruktur untuk realisasi DD tahun ini dinomorduakan atau tidak lagi utama. DD sendiri masih akan difokuskan untuk program-program yang berkenaan dengan pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid -19," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lampung Selatan Rohadian, Rabu, 6 Januari 2021 lalu.

Menurut Rohadian, salah satu program yang akan dijalankan yakni Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yakni sebesar Rp300.000/KPM/bulan, selama satu tahun penuh. 

Dia berharap agar realisasi DD untuk program BLT dapat diberikan kepada warga yang benar-benar berhak. Selain itu, kepala desa harus memvalidasi data keluarga penerima manfaat (KPM) agar data tidak tumpang - tindih dan harus tepat sasaran. Tak hanya itu, Rohadian juga meminta agar pemerintah desa dapat mempercepat realisasi DD. Karena diharapkan penyaluran DD tahap pertama dapat cair pada akhir Februari 2021. 

"Khusus untuk kegiatan infrastruktur, tidak boleh ditenderkan. Pelaksanaan pekerjaan dengan padat karya atau swakelola yang melibatkan warga di desa dalam rangka menyerap tenaga kerja," katanya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait