#asetpemda#sertifikat#beritapesibar

12 Aset Milik Pemkab Pesisir Barat Belum Tersertifikat

( kata)
12 Aset Milik Pemkab Pesisir Barat Belum Tersertifikat
Ilustrasi. Foto: Google Images

Krui (Lampost.co): Penyertifikatan tanah dan bangunan yang menjadi aset Pemkab Pesisir Barat hingga saat ini belum tuntas.

Kasi Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Pesisir Barat, Abdulllah, mengatakan sejak 2019 lalu pihaknya telah mengurus 12 objek tanah milik Pemkat setempat untuk disertifikat. Namun, hingga kini belum ada satupun yang sertifikatnya sudah jadi.

"Kalau jumlah keseluruhan objek tanah bangunan milik Pemkab yang sudah, masih proses, belum disertifikat. Data validnya ada di bagian aset DPKAD," kata dia, Kamis, 20 Februari 2020.

Dia mengatakan proses sertifikasi aset tanah dan bangunan milik Pemkab Pesisir Barat tidak tercapai penyebabnya karena kelengkapannya belum lengkap.

"Contoh ada hibah dari kabupaten induk Lampung Barat, itu kan butuh proses lanjutan, seperti penentuan tapal batas yang harus dipastikan, dan berbagai persyaratan lain yang harus dilengkapi. Butuh proses," kata dia.

Menurutnya, meskipun semua aset tanah dan bangunan milik Pemkab Pesisir Barat telah didaftarkan ke BPN, namun pihaknya menemui kerumitan atau kendala teknis.

"Termasuk karena kami disini belum perpengalaman, apalagi pengurusan sertifikat tanah Pemkab ini kan baru kami dapat pelimpahan tugas pada tahun 2018 lalu yang sebelumnya tupoksinya ada di Tapem dan DPKAD," kata Abdullah.

Dia mengatakan di 2020 pihaknya sedang mengurus proses ruilslag (tukar menukar) markas dan tanah Koramil Pesisir Tengah yang ada ditanah lapang atau kompleks pembangunan kantor Pemkab Pesisir Barat dengan kantor Koramil Pesisir Tengah yang baru dibangun Pemkab di Pekon Lintik, Kecamatan Krui Selatan.

"Saat ini sudah ada dana anggaran Rp1.435 miliar yang disediakan pemerintah untuk pembebasan tanah Koramil dan masjid yang ada di belakang kantor bupati saat ini," kata dia.

Selain itu pihaknya bersama OPD terkait sedang mengupayakan pembebasan lahan jalan menuju RSUD KH. M. Thohir yang masih dalam tahap negosiasi dengan pemilik lahan.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar