#Demo#Lebanon

115 Orang Terluka dalam Unjuk Rasa di Lebanon

115 Orang Terluka dalam Unjuk Rasa di Lebanon
Kerusuhan antara pasukan keamanan dan warga terjadi di Lebanon. Foto: Anadolu


Tripoli (Lampost.co) -- Sebanyak 115 orang terluka dalam kerusuhan warga Lebanon dengan pasukan keamanan. Para pengunjuk rasa berkumpul di pusat Tripoli dan berbaris ke kantor gubernur di alun-alun Sahet Al Nour.

Sedikitnya 115 orang terluka Kamis, 28 Januari dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan di distrik Tripoli di utara ibu kota Lebanon, Beirut.

Aparat keamanan yang ditempatkan di sekitar kantor gubernur menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Kebanyakan dari mereka adalah kaum muda, yang membalas dengan melempar batu ke arah polisi.

Frustrasi atas krisis ekonomi dan pengangguran negara, para demonstran membakar beberapa wadah sampah.

Bentrokan berlanjut di Sahet Al Nour dan jalan-jalan terdekat dan Balai Kota Tripoli dibakar. Sekelompok orang di Lapangan Abdul Hamid Karami di Tripoli menyalakan api dengan melemparkan bom molotov ke balai kota, menurut media setempat.

Sebagian besar dokumen di dalam gedung dibakar dan gedung tersebut rusak, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

“Pemerintah kota telah berdiri di samping para pengunjuk rasa untuk mencari hak mereka selama lebih dari setahun,” kata Wali Kota Tripoli Riad Yamak dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Anadolu, Jumat 29 Januari 2021.

“Mereka yang membakar balai kota bukanlah pengunjuk rasa yang mencari hak dan bahwa langkah ini dilakukan untuk membayangi tuntutan yang sah dari para demonstran,” tegas Riad.

Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon mengatakan, kebakaran terjadi di gedung pemerintah karena bom molotov dilemparkan selama demonstrasi.

"Mengapa tentara Lebanon berdiri dan mengawasi brigade, kotamadya dan fasilitas terbakar, dan siapa yang akan melindungi Tripoli jika tentara gagal melindunginya?" tutur Perdana Menteri Saad Hariri melalui Twitter.

Sementara itu, seorang petugas keamanan terluka akibat granat tangan yang dilemparkan di depan gedung pemerintah di alun-alun. Palang Merah Lebanon mengatakan enam orang diangkut ke rumah sakit dan 106 dirawat di tempat kejadian.

Selain itu, demonstrasi solidaritas dengan pengunjuk rasa dilakukan di selatan kota Sidon dan wilayah Baalbek timur. Kantor Berita Nasional (NNA) melaporkan bahwa tiga pengunjuk rasa yang memblokir jalan di Baalbek dirawat di rumah sakit karena kecelakaan mobil.

Pemerintah Lebanon telah mengumumkan bahwa mereka memperpanjang jam malam nasional hingga 8 Februari sebagai bagian dari langkah-langkah untuk membendung penyebaran virus korona.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait