#lampungbarat#danadesa

110 Pekon di Lambar Belum Ajukan Pencairan DD Tahap III

110 Pekon di Lambar Belum Ajukan Pencairan DD Tahap III
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Lampung Barat, Noviardi Kuswan, saat diwawancarai jurnalis di ruang kerja, Kamis, 11 November 2021. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Lampung Barat, Noviardi Kuswan, mendesak 110 pekon menyelesaikan dokumen persyaratan pencairan dana desa (DD) tahap III (20%) kepada KPPN melalui aplikasi yang sudah ditentukan. Hal itu disampaikannya mengingat hingga Kamis (11/11/2021), baru 11 pekon di Lampung Barat yang menyampaikan berkas usulan pencairan DD tahap III tahun 2021.

Noviardi mengaku, beberapa hari sebelumnya pihaknya sudah menyurati seluruh pekon yang belum mengajukan agar segera mengajukan. Hal itu disampaikan mengingat saat ini tahun anggaran sudah pertengahan November.

Kemudian dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali melayangkan surat yang isinya mendesak agar pekon-pekon itu segera menyampaikan berkas usulannya. Sebab tenggat waktu penyampaian pencairan paling lambat 20 Desember 2021 sudah diserahkan ke KPPN melalui aplikasi OMPSAN.

"Penyampaian usulan pencairan sesuai dengan surat pemberitahuan dari KPPN tanggal 10 November, bahwa berkas usulan paling lambat pukul 17:00 WIB tanggal 20 Desember sudah disampaikan ke pihak KPPN melalui aplikasi," kata Noviardi di ruang kerja, Kamis, 11 November 2021. 

Menurutnya, sesuai pemberitahuan dari Kementerian Keuangan RI melalui kantor pelayanan perbendaharaan negara tipe A2 Liwa tanggal 10 November 2021, bahwa batas waktu penyampaian dokumen persyaratan penyaluran dana desa telah ditentukan yaitu paling lambat pukul 17.00 WIB tanggal 20 Desember telah disampaikan kepada KPPN melalui aplikasi OMSPAN.

Noviardi menyatakan jika dokumen persyaratan pencairan itu belum disampaikan sampai dengan batas waktu yang ditentukan itu maka sisa pagu dana desa TA 2021 tidak disalurkan ke daerah tetapi menjadi sisa dana desa di Rekening Kas Umum Negara (RKUN).

"Artinya, jika batas waktu yang sudah ditentukan itu ternyata ada pekon yang belum menyampaikan dokumen persyaratan pencairan dana desa melalui aplikasi OMSPAN itu maka dana desa yang tersisa itu akan kembali ke kas negara sehingga tidak bisa dicairkan lagi," kata dia.

Ia mengaku, sampai hari ini jumlah pekon di Lambar yang sudah menyampaikan dokumen usulan tahap III yang saat ini masih dalam proses verifikasi pihaknya bersama BPKD yaitu baru 11 pekon yaitu masih ada 110 pekon lagi yang belum mengajukan.

Adapun 11 pekon yang sudah mengajukan itu adalah Pekon Atarbawang (Batuketulis), Pekon Muarabaru (Kebuntebu). Kemudian Pekon Buaynyerupa, Bumijaya, Jagaraga, Sukamulya, Tapaksiring, Tebaperungraya, Bandarbaru, Pagardewa (Sukau) dan Pekon Sukajadi (Airhitam).

Pihaknya meminta agar pekon-pekon tersebut dapat menindaklanjuti pemberitahuan itu. Ia menjelaskan, dari 131 pekon di Lambar ada 10 pekon yang penyerapannya sudah 100% yaitu pekon berstatus mandiri dikarenakan pencairannya hanya dua tahap. 

Adapun ke-10 pekon mandiri yakni Pekon Pampangan, Giham (Sekincau), Pekon Sukamarga, Sumberagung Suoh, Tuguratu, Bandingagung, Ringinsari (Suoh). Kemudian Pekon Tanjungraya (Sukau), Pekon Gedungsurian, dan Pekon Trimulio.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait