#ppkm#jtts

11 Ribu Kendaraan per Hari Keluar Masuk Lampung lewat Tol Bakter

11 Ribu Kendaraan per Hari Keluar Masuk Lampung lewat Tol Bakter
Petugas saat melakukan pemeriksaan kendaraan yang masuk Jalan Tol Trans Sumatera. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelonggaran kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat arus lalu lintas keluar-masuk Provinsi Lampung melalui Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) meningkat. Dalam sehari, rata-rata terpantau ada 11 ribuan kendaraan yang melintas di JTTS Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter).

Branch Manager PT. Hutama Karya JTTS Ruas Bakter, Hanung Hanindito mengatakan, untuk kendaraan yang melintas selama periode Oktober 2021 sudah kembali normal di angka 11 ribu kendaraan rata-rata per hari. Sebelumnya, ruas tol tersebut hanya dilintasi 9.961 kendaraan dalam sehari. 

"Secara rata-rata tertimbang di 11 gerbang kami dalam sehari kurang lebih 11 ribu kendaraan," kata Hanung, Senin, 1 November 2021.

Baca: Penurunan Level PPKM Picu Lalu Lintas di JTTS Meningkat

 

Pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai pelaku perjalanan domestik. Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor SE 93 Tahun 2021, SE Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 serta, Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 56 Tahun 2021 yang berlaku pada 28 Oktober 2021 sampai 8 November 2021.

Dalam kebijakan itu disebutkan bahwa pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor, dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bus, kapal laut, dan kereta api) harus memenuhi beberap ketentuan. Pertama, untuk pesawat udara yang masuk/keluar wilayah Jawa dan Bali menunjukan PCR (H-3). Kedua, untuk pesawat udara antar wilayah selain Jawa dan Bali menunjukan PCR (H-3) atau Antigen (H-1). Ketiga, untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kapal laut, dan kereta api menunjukkan Antigen (H-1). 

Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor, dan transportasi umum jarak jauh harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama), PCR (H-3) untuk pesawat udara yang masuk/keluar wilayah Jawa dan Bali, PCR (H-3) atau Antigen (H-1) untuk pesawat udara antar wilayah selain Jawa dan Bali; atau Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bus, kapal laut, dan kereta api.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait