Antigenbakauheni

100 Ribu Rapid Antigen Gratis Khusus Supir Logistik

100 Ribu Rapid Antigen Gratis Khusus Supir Logistik
Pemeriksaan dan pendataan supir truk angkutan logistik yang melintas di ruas tol. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung menyiapkan 100 ribu alat rapid test antigen gratis bagi supir kendaraan logistik yang masuk di Bumi Ruwai Jurai ketika arus libur hari raya Natal 2020 dan tahun baru 2021 (Nataru).

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana mengatakan untuk supir truk logistik diberikan gratis pemeriksaan rapid antigen. Rapid antigen tersebut merupakan bantuan yang berikan pusat sebanyak 100 ribu rapid test antigen yang diberikan gratis untuk supir pengangkut logistik di Lampung. 

"Supir truk logistik gratis rapid antigen di rest area sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera Lampung," kata Reihana di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Rabu, 23 Desember 2020.

Ia mengatakan supir-supir kendaraan logistik akan diarahkan menuju rest area. Hal itu untuk menghindari kemacetan dan penumpukan kendaran di Pelabuhan Bakauheni dan gerbang tol. "Supir harus berhenti di rest area. Kalau ada supir yang positif covid-19 maka di isolasi. Kemudian harus ganti supir dan angkutan barangnya baru bisa lanjut jalan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo mengatakan para sopir yang membawa logistik akan mendapatkan pemeriksaan rapid antigen secara gratis di posko Nataru Pelabuhan Bakauheni dan di jalur tol. 

Ia mengatakan semua kendaraan truk yang menuju Pelabuhan Bakauheni dan JTTS akan didata. Jika ditemukan ada yang belum melakukan pemeriksaan rapid tes maka diberikan rapid antigen secara gratis.

"Jika ditemukan sopir kendaraan logistik yang dinyatakan reaktif Covid-19 maka Organisasi Angkutan Darat (Organda) atau pengusaha diminta untuk menyiapkan kru yang lain. Sedangkan, sopir yang dinyatakan reaktif diminta untuk pulang dan melakukan isolasi mandiri. Kemudian logistik tetap jalan," katanya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait