#suratpernyataan

100 Calon Penumpang Garuda di Bandara Soetta Batal Terbang

( kata)
100 Calon Penumpang Garuda di Bandara Soetta Batal Terbang
Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin saat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Tangerang (Lampost.co) -- Calon penumpang maskapai Garuda Indonesia yang berjumlah 100 orang gagal terbang melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Surat pernyataan bebas covid-19 seperti rapid test dan polymese chain reaction (PCR) sebagai syarat terbang sudah kedaluwarsa atau telah jatuh tempo.

"Hari ini saya dapat laporan ada 100 penumpang Garuda Indonesia yang tidak bisa terbang. Mereka tidak terbang karena dokumen keterangan kesehatan bebas covid-19 sudah tidak berlaku. Rapid test ini kan tiga hari kedaluwarsa, PCR tujuh hari, kalau itu sudah lebih ya tidak valid," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Senin, 1 Juni 2020.

Dia mengimbau calon penumpang pesawat rute domestik harus menyertakan beberapa dokumen sesuai yang tercantum dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Nomor 05/2020, sebelum terbang.

"Syarat itu menunjukkan surat keterangan uji tes reverse transcription-polymese chain reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif yang berlaku tujuh hari atau surat keterangan uji rapid test dengan hasil nonreaktif yang berlaku tiga hari pada saat keberangkatan. Atau surat keterangan bebas gejala seperti influensa dari dokter RS/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR test atau rapid test," ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bagi ASN dan TNI/Polri harus menunjukkan surat tugas yang ditandatangani minimal pejabat setingkat eselon 2. Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui lurah atau kepada desa setempat.

"Sertakan juga KTP atau tanda pengenal lain yang sah bagi perseorangan yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta. Dan juga harus melaporkan rencana perjalanannya," katanya.

Selain itu, pihaknya tengah menerapkan pemeriksaan kepada calon penumpang secara online (daring) jelang dilakukan kenormalan baru atau new normal di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Hal tersebut dilakukan guna menghindari antrean panjang saat melalui pemeriksaan kelengkapan dokumen penumpang.

Awaluddin menambahkan dengan pemeriksaan dokumen secara digitalisasi dapat memangkas waktu tiba calon penumpang di bandara. Setiap calon penumpang yang akan berangkat wajib mengunggah dokumen perjalanan sesuai dengan ketentuan melalui aplikasi Travel Declaration (Travelation) atau https://travelation.angkasapura2.co.id/.

"Dengan cara seperti itu (digitalisasi), kami pastikan bagi calon penumpang tiba di bandara lebih terukur. Sehingga prosedur datang lebih awal tidak perlu tiga sampai empat jam lagi, paling tidak satu sampai dua jam," ujarnya.

Menurut Awaluddin, mekanisme digitalisasi tersebut akan diterapkan dalam waktu dekat sebelum 7 Juni 2020. Pemeriksaan dokumen perjalanan penumpang tidak lagi dapat dilakukan dengan cara-cara sebelumnya.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar