#bltdd#bantuansosial

1.609 KPM di 14 Desa Se-Penengahan Belum Menerima BLT DD  

( kata)
1.609 KPM di 14 Desa Se-Penengahan Belum Menerima BLT DD  
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Kalianda (Lampost.co) -- Keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) di 14 desa Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, yang mencapai 1.609 belum menerima pencairan dana penanganan dampak covid-19 tersebut. Untuk itu, 14 sekretaris desa mendatangi kantor unit BRI di kecamatan setempat untuk menanyakan keterlambatan pencairan,  Kamis, 18 Juni 2020.

"Kami sebagai aparatur desa menjadi bulan-bulanan warga karena di desa lain atau kecamatan lain BLT DD sudah diterima. Namun, KPM di desa kami sampai detik ini belum menerima bantuan tersebut," kata Sekdes Pasuruan, Harto di Kantor Unit BRI Kecamatan Penengahan.

Menurut dia, kedatangan bersama perangkat desa lainnya ingin mempertanyakan keterlambatan penyaluran BLT DD. "Kami menduga keterlambatan ini ulah bank sendiri. Sebab, semua berkas yang menjadi syarat pengajuan BLT DD telah kami selesaikan bersama 13 desa lainnya," katanya.

Akibat keterlambatan penyaluran BLT DD tahap I untuk April, Mei, dan Juni di 14 desa se-Penengahan, Harto mengaku 1.609 keluarga penerima mendesak aparatur desa agar mencari tahu keterlambatan tersebut.

"Berkas atau persyaratan sudah lama kami masukan ke BRI, namun 14 desa dengan jumlah 1.609 keluarga penerima  BLT sampai saat ini belum juga menerima. Setiap kami tanya pihak bank selalu berdalih berkas masih tertahan di pusat," ujaenya.

Sementara, BRI Unit Kecamatan Penengahan sampai saat ini belum bisa memberikan kepastian atas desakan 14 sekdes tersebut. Bahkan saat Lampost.co hendak meminta tanggapan,  keamanan BRI melarang wartawan masuk ke Kantor Unit BRI Kecamatan Penengahan yang terletak di Jalan Lintas Sumatera Desa Pasuruan.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar