#listrik#pln

1.200 Gangguan Listrik Terjadi di Metro Selama 2021, Didominasi Hewan Kukang Tersengat

1.200 Gangguan Listrik Terjadi di Metro Selama 2021, Didominasi Hewan Kukang Tersengat
Suasana diskusi di Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung, Kamis, 1 September 2022.  Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Kota Metro mencatat sebanyak 1.200 kasus gangguan jaringan listrik terjadi selama 2021. Gangguan tersebut didominasi akibat hewan kukang yang menaiki kabel tiang listrik. 

Kukang adalah hewan jenis primata yang gerakannya lambat. Warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. 

Manager Bagian Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Kota Metro, Harry Dwitama menceritakan, banyak kukang yang cacat hingga mati usai tersegat listrik. 

"Dari kasus tersebut, ditemukan sejumlah sebaran yang alami gangguan listrik akibat binatang kukang. Kasus ini juga mengakibatkan efektivitas kelistrikan terganggu," kata dia, saat mengikuti diskusi di Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung, Kamis, 1 September 2022.  

Baca: Penggunaan Listrik Meningkat 8,86% Tiap Tahun, Lampung Alami Defisit 500 MW

 

Ada sekitar tiga sampai empat ekor kukang yang tersengat listrik di setiap harinya.

"Aksi kukang menaiki tiang listrik ini biasa ditemukan mulai pukul 18.00 hingga 04.00 WIB. Kami akan bentuk petugas khusus untuk berpatroli sebagai bagian dari antisipasi," terang Harry. 

Tak cuma patroli, pihaknya juga menerima laporan dari masyarakat terkait dengan adanya kukang yang melewati trafo hingga menyebabkan hubungan arus pendek terjadi. 

"Kejadian ini diketahui pertama kali sekitar tahun 2016," jelas dia. 

Pihaknya juga mengaku sudah membuat penghalau berbentuk caping dan piringan bergerigi dengan diameter 50 cm yang terbuat dari seng atau besi.

"Selain itu juga kami mengantisipasi dengan membuat serabut dari kawat serta alat kejut binatang (kentang)," katanya. 

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Hifzon Zawahiri mengatakan, pihaknya sering menerima penyerahan kukang dari pihak PLN agar tidak tersengat aliran listrik. 

"Ada sejumlah kukang yang diserahkan ke BKSDA selanjutnya dilepasliarkan kembali di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) serta Way Kambas," jelas dia. 

Dari penyerahan itu, pada 2019 pihaknya menerima 91 ekor kukang, pada 2020 (20), dan pada 2021 (5).

"Tahun ini belum ada penyerahan dari PLN. Kemudian kami juga terkadang menyita dari orang yang mau memperjual belikan, tapi ini persentasenya tidak besar," tutup dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait