#jurnalis#tewas#denmark#internasional

Jurnalis Denmark Ditemukan Tewas Mengenaskan Usai Wawancara Investor

 Jurnalis Denmark Ditemukan Tewas Mengenaskan Usai Wawancara Investor
Kim Wall (30), jurnalis lepas Denmark yang tewas usai wawancara investor kapal selam. (Foto:MTVN)


KOPENHAGEN (Lampost.co)--Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kepolisian Denmark telah menemukan kepala, potongan kaki, dan pakaian yang hilang milik wartawan Swedia bernama Kim Wall.

Wall hilang dalam kondisi mencurigakan setelah mewawancarai seorang inventor asal Denmark, Peter Madsen, di sebuah kapal selam buatannya sendiri pada 10 Agustus 2017.

Tubuh tanpa pakaian tanpa kepala, lengan dan kaki dari Wall kemudian ditemukan di perairan selatan Kopenhagen. Polisi menemukan 15 luka tusukan di sekujur tubuh Wall, walau belum dapat menentukan penyebab pasti kematian.
Bersaksi di pengadilan pada September, Madsen mengklaim Kim tewas akibat terkena salah satu penutup pintu kapal selam. Madsen, yang berada dalam tahanan praperadilan, sudah didakwa atas pembunuhan Wall, wanita berusia 30 tahun.

Seperti dikutip Sky News, Jumat 6 Oktober 2017, Kepolisian Denmark tidak menemukan bekas fraktur di tengkorak Wall.
Penyelidik polisi Kopenhagen Jens Moeller Jensen mengatakan bahwa bagian-bagian tubuh Wall dan sebilah pisau ditemukan di sebuah kantung plastik. Kantung itu diikat "potongan logam berat" agar membuatnya tenggelam ke dasar laut. 
Sejumlah kapal pribadi dan angkatan laut Denmark sempat melakukan pencarian darurat atas kapal selam Madsen setelah Wall tidak kunjung pulang ke rumah usai sesi wawancara.

Satu hari usai pencarian, Madsen diselamatkan penjaga pantai saat kapal selam miliknya tiba-tiba tenggelam. Polisi menyimpulkan kapal selam Madsen telah ditenggelamkan secara sengaja.
Madsen pertama kali mengatakan kepada polisi bahwa Wall telah diturunkan dengan selamat di dekat Kopenhagen usai wawancara. Setelah itu, dia mengubah keterangannya bahwa Wall tewas dalam kecelakaan di kapal selam.
Para penyelidik mengidentifikasi tubuh yang termutilasi sebagai Wall lewat bukti DNA. Potongan tubuh itu juga dipasangi sepotong logam berat agar tetap terbenam di dasar laut.

Wall (30), seorang jurnalis lepas, telah meliput ke Tiongkok, Uganda, dan Haiti untuk berbagai media mengenai beragam topik, termasuk feminisme dan voodoo.

Mengomentari kematiannya, pihak keluarga mengatakan bahwa pekerjaan sebagai jurnalis telah membawa Wall ke banyak tempat berbahaya. Tapi mereka tidak menduga kematian Wall justru terjadi hanya beberapa kilometer dari rumah masa kecilnya.

EDITOR

MTVN


loading...



Komentar


Berita Terkait