9 Sapi Warga Kampung Karyaagung Mati PMK

Ilustrasi. Foto: Google Images

Way Kanan (Lampost.co): Sebanyak 9 ekor sapi milik warga Kampung Karyaagung, Kecamatan Negeriagung, Kabupaten Way Kanan mati akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Dikonfirmasi, Sabtu, 30 Juli 2022, Kepala Kampung Karyaagung, Kecamatan Negeriagung, Pansebon, membenarkan bahwa ada sejumlah sapi milik warga yang mati akibat PMK.






Sebelumnya, lanjut Pansebon, ada sekitar 6 ekor sapi milik warga yang mati akibat penyakit tersebut. "Ditambah lagi dengan kejadian tadi malam ada sekitar 3 ekor sapi yang mati. Diantaranya, 2 ekor adalah babon (indukan) dan satu sedang mengandung," jelasnya.

Dia mengatakan pemerintah setempat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan beberapa waktu yang lalu sudah turun ke kampung untuk mengecek secara langsung dan sudah melakukan vaksinasi. 

"Namun masih ada beberapa sapi yang belum dilakukan vaksinasi yang mati akibat penyakit tersebut. Mudah-mudahan masalah ini cepat teratasi karena apabila terus-terusan maka peternak sapi akan mengalami kerugian yang lebih besar lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, Maulana, mengatakan bahwa dirinya bersama tim beberapa waktu lalu sudah turun menuju Kampung Karyaagung. Mengingat ada laporan warga terdapat sejumlah sapi di kampung tersebut mati.

Dinas terkait juga sudah melakukan vaksinasi untuk ternak sapi warga tersebut. "Vaksinasi itu bukan untuk mengobati tapi lebih cenderung mencegah terhadap penyebaran penyakit tersebut," jelasnya.

"Kebanyakan yang mati indukan sap. Tetapi ketika indukan sapi terjangkit PMK maka secara otomatis ketika sapi tersebut mempunyai anakan maka anak tersebut mati terlebih dahulu karena ia menyusu kepada induknya," kata dia.







Komentar