TKN Jokowi-Amin : Pidato Prabowo Justru Tampilkan Paradoks


Penulis: Micom - 14 January 2019, 23:12 WIB
. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

JURU BIcara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai tidak ada yg baru dari pidato visi misi  Prabowo yang disampaikan di JCC, Senin (14/10 malam.

Selama 2  jam membaca telepromter, menurut Ace, pidato tersebut hanya dipenuhi retorika tapi tetap klise dan miskin gagasan segar.

"Prabowo tetap mengandalkan strategi our brand is crisis. Dengan menilai situasi negara saat ini ditengah  krisis. Semua dilihat buruk, sengsara, tertinggal, terbelakang dan tergantung. Dengan cara itu, Prabowo ingin tampil sebagai penyelamat," katanya.

Penggambaran situasi seperti itu, Lanjut Ace mengingatkan pada pidato Donald Trump dalam Pemilu Amerika Serikat 2016 silam. Prabowo terlihat berupaya menjiplak Trump dengan mengaduk-aduk sentimen dan emosi melalui contoh-contoh kasus dramatis, tapi tidak disertai data dan fakta yang akurat.

"Ketika bicara soal tawaran program aksi yang akan dilakukan, Prabowo tidak ada yang genuine. Sebagian besar yang dijanjikan sudah dillkerjakan oleh Presiden Jokowi. Prabowo baru berjanji, Jokowi sudah memberikan bukti. 5 fokus dan agenda aksinya banyak menjiplak program Jokowi," tukasnya.

Semua yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya mulai stabilisasi harga, pembukaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan, penguatan BUMN sebagai agen pembangunan, menjaga iklim usaha, infrastruktur yang bermanfaat, kepastian hukum pada angkutan daring, pembenahan tata kelola BPJS,  serrta revitalisasi industri, menurut Ace, kesemuanya itu sudah dikerjakan oleh Presiden Jokowi.

Baca juga : Pidato Prabowo Hanya Daur Ulang Isu Lama

"Prabowo mengangkat lagi soal hutang luar negeri. Padahal di era Pak Jokowi utang  digunakan untuk hal-hal yang produktif. Jadi jelas prabowo hanya bermain retorika," tegasnya.

Ace menambahkan, pidato Prabowo selama 2 jam tersebut justru mempromosikan program kerja yang sudah dijalankan oleh Jokowi. Tidak ada yang membedakan program Prabowo dengan pencapaian Presiden Jokowi saat ini.

Pidato Prabowo juga makin menegaskan paradoks yang dilakukannya, diantaranya brerteriak menuduh terjadinya persekusi tapi justru membiarkan kelompok pendukungnya sering melakukan persekusi ; berteriak minta pendukungnya tidak meghujat, mencemooh tapi membiarkan setiap hari hoaks dan fitnah ke Jokowi bertebaran; berteriak soal bhinneka tunggal ika tapi membiarkan setiap hari pendukungnya menebar kebencian pada Jokowi dan kelompok yang berbeda.

"Malam ini pidato itu justru menampilkan paradoks Prabowo," ujar Ace.

Lebih lanjut, Ace menuding Prabowo dalam pidatonya seperti menuduh TNI, Polri dan intelijen tidak netral.

"Ini tuduhan serius yang sesungguhnya berbahaya. Setelah timsesnya menyerang legitimasi dan independensi KPU, malam ini Prabowo menyerang netralitas dan profesionalisme TNI-Polri. Apakah ini semakin memperkuat indikasi bahwa Prabowo sedang ingin mendegitimasi pemilu sebagai cara merespon kekalahan ? Dengan mengangkat kecurangan dan ketidaknetralan KPU dan aparat keamanan. Hal ini jelas manuver yang berbahaya bagi jalannya  proses demokrasi  di negara kita," tandasnya. (RO/OL-8).

BERITA TERKAIT