Kenaikan Kuota Beasiswa Bidikmisi 2019 Diapresiasi


Penulis: Syarief Oebaidillah - 14 January 2019, 19:25 WIB
 FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma
FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma

KENAIKAN kuota program beasiswa Bidikmisi 2019 oleh pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dinilai positif guna memberi kesempatan generasi muda Indonesia, khususnya kalangan tidak mampu meraih pendidikan tinggi di Tanah Air.

Hal tersebut dikemukakan anggota Komisi VII DPR Fraksi PDI Perjuangan, Daryatmo, usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kemenristekdikti di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/1).

"Kita mengapresiasi upaya mencerdaskan anak bangsa khususnya mahasiswa sebagai bagian generasi muda melalui peningkatan kuota beasiswa Bidikmisi tahun ini oleh Kemenristekdikti, " kata Daryatmo.

Seperti diberitakan sebelumnya, mengawali tahun ink, Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan berkomitmen fokus pada peningkatan pembangunan sumber daya manusia

Salah satunya ialah program beasiswa Bidikmisi bantuan biaya pendidikan di perguruan tinggi dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik tetapi mengalami keterbatasan ekonomi.

Adapun kuota penerima Bidikmisi 2019 meningkat menjadi 130.000 orang. Jumlah ini meningkat 44% jika dibandingkan dengan 2018 sebanyak 90 ribu orang. Dia berharap agar serapan anggaran Bidikmisi dan penerimanya tepat sasaran dan penerima diberi kemudahan dalam menerima pencairan beasiswa tersebut.

Daryatmo mencontohkan penerima beasiswa diberi bank tabungan tersendiri dengan bank yang sama pada pihak asal mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.

"Kalau banknya berbeda akan bisa timbul masalah keterlambatan pencairan," cetusnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berharap Kemenristekdikti dan jajarannya dalam menjalankan program dan implementasinya bisa lebih baik pada 2019.

"Kami meminta para pejabat Kemenristekdikti dan jajaran Direktorat terkait dengan anggaran yang tersedia oleh pemerintah mampu meningkatkan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo," pungkas Daryatmo. (OL-1)

BERITA TERKAIT