Bantah Unsur Politis, Polisi Ungkap Kasus Novel Baswedan Profesional


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 14 January 2019, 18:56 WIB
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan pihak kepolisian bekerja secara profesional dalam rangka pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Bahkan pembentukan tim gabungan karena menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM pada 21 Desember 2018 lalu.

"Saya rasa, kita secara profesional sesuai dengan kita punya SOP nya tentunya kita secara serius untuk menangani, mengungkap siapa pelakunya," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/1).

Argo menegaskan, pihaknya tidak dilatarbelakangi kepentingan politik dalam melakukan pengungkapan kasus yang menimpa mantan petinggi KPK tersebut.

"Ngak ada, ngak ada kaitan dengan politik," sebutnya.

Argo juga meminta waktu dan dukungan masyarakat agar tim gabungan bentukan Kapolri bisa bekerja maksimal guna mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Tentunya kita meminta waktu, dan masukan masukan berbagai pihak agar memudahkan pengungkapan kasus ini," terangnya.

Rencananya, tim gabungan itu akan bekerja selama enam bulan terhitung mulai 8 Januari 2019 sampai dengan 7 Juli 2019. Namun, Argo menyebutkan dalam menjalankan tugasnya, tidak ada pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF).

"Apa itu TGPF, tidak ada itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan surat tugas untuk membentuk tim khusus dalam rangka pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Surat tugas itu dikeluarkan pada 8 Januari 2019 dan ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (OL-4)

BERITA TERKAIT