LAMPUNG POST | lampost.co logo

STREAMING RADIO SAI 100 FM



LAMPUNG POST | Tangkal ASN Bermental Korupsi
Ilustrasi. (Foto:panggungmodusoperandi.com)

Tangkal ASN Bermental Korupsi

Korupsi di Indonesia seolah tidak pernah mati. Meski berbagai cara telah ditempuh aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelakunya, praktik merampok uang rakyat masih menggurita.
Politikus, pejabat negara, hingga aparatur sipil negara (ASN), sudah banyak yang harus mendekam dalam jeruji besi akibat terbukti menjarah uang negara. Pemberantasan korupsi di negeri jelas belum bisa mencabut hingga ke akar persoalan.
Perilaku korupsi menjadi praktik menggiurkan yang tidak pernah menyurutkan niat kotor pelakunya. Upaya-upaya memperkaya diri terus terjadi di pelosok negeri, termasuk di Lampung.
Dalam kurun waktu 2015—2017, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungkarang telah memutus 192 perkara korupsi. Dari jumlah tersebut sebanyak 27 pelaku korupsi merupakan pegawai honorer, aparatur sipil negara, dan tenaga kerja sukarela (TKS).
Mirisnya vonis tertinggi diberikan hakim untuk kasus korupsi bantuan siswa miskin dan bantuan operasional sekolah (BOS). Terpidananya adalah mantan Kepala SMPN 24 Bandar Lampung yang sudah divonis 7 tahun penjara.
Maraknya kasus korupsi dengan terpidana doknum ASN, terutama dari kalangan pendidik, menggambarkan korupsi di negeri ini sudah berada dalam titik nadir. Oknum-oknum jahat berseragam ASN tersebut jelas lupa dengan tugasnya sebagai abdi negara.
UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara telah terang benderang menjelaskan kode etik dalam menjaga martabat dan kehormatan ASN. Namun, aturan itu kini tinggal aturan.
UU tersebut di antaranya mengamanatkan ASN harus melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi. Kemudian, menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien.
Kita semua tentunya sangat mengharapkan integritas ASN bisa menjadi prinsip yang selalu tertanam dalam diri seorang abdi negara. Jangan sampai, nafsu serakah terhadap materi menutupi tugas mulia ASN sebagai pelayan masyarakat.
Pemerintah harus tegas memperlakukan para ASN yang terlibat korupsi. Sanksi hingga pemecatan sesuai dengan UU No.5/2014 harus diterapkan pada ASN yang terjerat kasus korupsi. Dengan begitu akan ada shock therapy bagi yang lain untuk tidak ikut korup.
Pemerintah juga berkewajiban membentuk kesadaran diri pada para ASN untuk tidak melakukan korupsi. Pembentukan mental ASN yang bersih dari korupsi sebagai penangkal rasuah dapat dilakukan dengan sistem yang transparan juga akuntabel.
Pembentukan mental ASN bersih dari korupsi itu dimulai dari proses rekrutmen yang fair juga bebas korupsi. Amat muskil berharap mesin birokrasi kita bersih dari kerupsi jika sendi-sendi penopangnya bermula dari praktik kotor tersebut.

 

LAMPUNG POST

BAGIKAN

Comments
TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv