LAMPUNG POST | lampost.co logo

STREAMING RADIO SAI 100 FM



LAMPUNG POST | Mengenal Infeksi Menular Seksual
Warga menunjukkan selebaran mengenai cara mencegah tertular penyakit human immunodeficiency virus (HIV). (Foto: ANTARA/DIDIK SUHARTONO)

Mengenal Infeksi Menular Seksual

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---Infeksi menular seksual (IMS) umumnya ditularkan melalui hubungan seks, bisa lewat darah, sperma, atau cairan tubuh lainnya. Namun, penyebaran IMS juga bisa tanpa hubungan seksual, misalnya dari ibu kepada bayi serta pemakaian jarum suntik secara berulang di antara beberapa orang yang juga berisiko.
IMS terbanyak yang disebabkan bakteri, di antaranya sifilis, gonore, dan chlamydia. Kasi Promosi dan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Asih Hendrastuti mengatakan penyakit seksual yang sering ditemui di masyarakat yakni sifilis atau raja singa yang disebabkan bakteri Treponema pallidum.
Gejala awal sifilis ditandai munculnya luka pada alat kelamin atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah menularkan infeksi. "Sentuhan dengan lesi bisa menginfeksi dan meningkatkan stadium sifilis," kata Asih di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Jika dibiarkan, infeksi sifilis bisa bertahan di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala apa pun. Selama masa itu, bakteri akan menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan lumpuh, buta, demensia, meningitis, dan gangguan jantung.
Sementara gonore atau kencing nanah disebabkan bakteri Neisseria gonorrhoeae. "Biasanya jika wanita terkena gonore akan pendarahan saat berhubungan seks dan perdarahan berlebihan ketika menstruasi," ujar Asih.
Sifilis dan gonore bisa diobati dengan antibiotik. Tanpa penanganan yang tepat, keduanya bisa menyebabkan kemandulan. Asih menyebutkan di Lampung ada beberapa puskesmas yang membuka pelayanan IMS, di antaranya Puskesmas Panjang, Satelit, dan Kedaton.

Kebal Antibiotik
Sejumlah pakar kesehatan di Australia khawatir infeksi menular dari hubungan seksual yang jarang diketahui menjadi kebal terhadap antibiotik. Tetapi lewat tes sederhana bisa mengetahui pengobatan yang efektif.
Bakteri penyebab infeksi alat kelamin dengan sebutan MG bisa menjadi superbug, istilah bakteri yang rentan pada antibiotik. Profesor Suzanne Garland dari Royal Women's Hospital di Melbourne mengatakan mereka yang terinfeksi MG sering tidak menunjukkan gejala.
"Laki-laki dan perempuan muda yang aktif secara seksual dengan pasangan yang berbeda-beda berisiko terinfeksi," kata dia. Beberapa laki-laki dan perempuan tidak menunjukkan gejala tapi bisa merasakan sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seks.
Pakar kesehatan menyatakan kekhawatiran besar MG jadi kebal antibiotik. "Penelitian menunjukkan setidaknya 50% orang yang terpapar MG menjadi kebal obat sehingga membatasi pilihan perawatan," kata Profesor Garland.

 

 

LAMPUNG POST

BAGIKAN

Comments
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv