LAMPUNG POST | lampost.co logo

STREAMING RADIO SAI 100 FM



LAMPUNG POST | Makanan Beracun Kepung Lampung
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Bandar Lampung melakukan ekspos hasil tangkapan makanan yang mengandung bahan berbahaya, Senin (12/2). (LAMPOST.CO/IKHSAN DWI NUR SATRIO)

Makanan Beracun Kepung Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---Makanan beracun atau mengandung bahan-bahan berbahaya mengepung di pasar-pasar tradisional di Lampung. Dari enam pasar yang sampel pengawasan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandar Lampung di sejumlah daerah, didapati makanan beracun itu.

Pengawasan yang dilakukan dalam dua pekan terakhir pada Pasar Tugu, Way Kandis, dan Panjang untuk Kota Bandar Lampung. Dari 169 sampel, ditemukan 11 makanan berbahaya. Sedangkan di Pringsewu pada Pasar Terminal, area car free day, Pasar Gadingrejo, dan Sukoharjo didapati 18 makanan berzat berbahaya dari 100 sampel yang diuji.
Sementara itu, di Lampung Selatan, di Pasar Natar 54 sampel menghasilkan 7 makanan berbahaya. Dominannya, makanan tersebut mengandung zat pewarna rhodamin B pada cenil, cendol, sagu, kelangsungan, dan kerupuk dan makanan mengandung boraks pada bleng. BPOM juga turut menyita tujuh karung kerupuk dan 89 gelondongan adonan kerupuk singkong mengandung rhodamin B.
Kepala BBPOM Bandar Lampung Syamsuliani menjelaskan hasil pengawasan itu dalam rangka pembinaan agar zat-zat terlarang untuk makanan tidak digunakan lagi dalam pembuatan makanan. Dia juga mengarahkan agar produsen itu membuat izin pangan industri rumah tangga (PIRT).
"Ini adalah produk industri rumahan, sehingga kami arahkan juga agar mempunyai PIRT. Kalau di mal ini sih sudah tidak ada lagi," kata Syamsuliani di kantor BPOM, Senin (12/2).
Terhadap produsen, dia mengaku masih melakukan pembinaan intensif. Namun, jika terus didapati bahan makanan berbahaya pada produsen yang sama, dia berjanji akan memberikan sanksi tegas. Menurutnya, pihaknya belum ada koordinasi dengan aparat kepolisian terkait penindakan secara pidana.
"Saat ini belum ada koordinasi dengan Polda, karena itu home industry. Untuk penindakannya mungkin masih bisa kami atasi melalui deputi IV penindakan BPOM. Tetapi jika kami sudah tidak bisa mengatasinya, kami pasti akan meminta bantuan kepada Polda," ujarnya.

Sebabkan Kematian
Pada bagian lain, Kepala Seksi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Lampung Asih Hendrastuti mengatakan bahan berbahaya itu juag dapat menyebabkan kematian. Bila mengonsumsi makanan yang di dalamnya mengandung zat berbahaya secara terus-menerus seperti rhodamin B atau boraks, dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Asih menerangkan gangguan kesehatan dalam jangka pendek pada manusia akan terjadi iritasi pada saluran pencernaan. Sedangkan pada jangka panjang akan menimbulkan penyakit kanker yang menyebabkan kematian.
“Bahan pengawet dan pewarna yang bukan untuk makanan merupakan zat berbahaya bagi tubuh manusia, jika terus mengonsumsinya akan terjadi gangguan organ tubuh dan terakhir menimbulkan sel kanker yang dapat mematikan manusia,” kata Asih melalui sambungan telepon, kemarin.


 

LAMPUNG POST

BAGIKAN

Comments
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv