LAMPUNG POST | lampost.co logo

STREAMING RADIO SAI 100 FM



LAMPUNG POST | BPOM Harus Tegas Berantas Zat Berbahaya pada Makanan
Foto: INT

BPOM Harus Tegas Berantas Zat Berbahaya pada Makanan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandar Lampung harus tegas dalam memberantas penyalahgunaan zat berbahaya pada makanan. Pengusaha UMKM, pedagang tradisional, hingga distributor bahan baku pangan yang kedapatan menggunakan zat beracun harus diberi sanksi.
Pengamat hukum Universitas Lampung Wahyu Sasongko menilai selama ini sidak yang sering dilakukan BPOOM hanya sebatas formalitas. Tindakan tegas mulai dari pencabutan izin usaha dan izin produk sampai penindakan ke ranah pidana masih minim. Padahal jelas masyarakat jelas dirugikan sesuai dengan UU 18/2012 tentang Pangan dan UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.
"Fenomena makanan dengan berbahaya ini seperti fenomena gunung es, yang terkuak hanya luarnya, masyarakat sangat dirugikan dan penasaran. Kenapa panganan ini pakai bahan enggak sehat, apakah ada sindikatnya?" kata Wahyu kepada Lampung Post, Selasa (13/2).
Sebetulnya dari hasil sidak BPPOM yang terus digalakkan, pihaknya sudah memiliki data yang telah terinvetarisasi. Sehingga bisa diketahui dari mana bahan dasar yang didapatkan para pengusaha UMKM. Selanjutnya distributor pun bisa terdeteksi, jika memang mereka memanfaatkan celah tersebut, harus ada tindak tegas hingga ke ranah pidana.
"Kalau pembinaan terus nanti sifatnya mengulang, harus ada tindak tegas ditangkap atau dicabut izinnya, itu pun kalau memang ada izin resminya dari BPPOM. Seharusnya bisa berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penyelidikan," kata dosen hukum perdata Unila itu.
Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Suntana berkomitmen menindak tegas oknum distributor maupun pengusaha UMKM yang menggunakan bahan berbahaya pada panganan untuk dijual bebas kepada masyarakat. "Saya sudah perintahkan ke Krimsus, ini harus ditindak," ujarnya saat ditemui di Mapolda Lampung, kemarin.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Subadra Yani Moersalin mengatakan pemerintah berkewajiban melindungi konsumen di Lampung dari makanan yang mengandung zat berbahaya. Dinas Kesehatan kabupaten/kota bersama BPOM Bandar Lampung  terus bersinergi melakukan pembinaan secara intensif kepada produsen. "Yang terpenting sebelum menindak produsen adalah mencari tahu penyebab atau alasan produsen memproduksi makanan mengandung zat berbahaya," kata dia, kemarin.

Masyarakat Resah
Pada bagian lain, masyarakat Bandar Lampung resah akan maraknya peredaran makanan yang mengandung zat pewarna berbahaya seperti pewarna tekstil dan boraks. Salah satu warga yang ditemui di Pasar Pasirgintung, Rita (45), saat membeli es cendol mengaku tidak mengetahui sama sekali banyak makanan mengandung pewarna tekstil.
"Saya tidak pernah tahu karena rasa dan warnanya sama saja enggak ada yang mencurigakan," kata dia, kemarin.
Pemantauan wartawan Lampung Post ke sejumlah toko belum ditemukan bahan dimaksud. Di toko Lampung City, Bambu Kuning, dan AA hanya menyediakan bahan pewarna untuk makanan.

 

 

LAMPUNG POST

BAGIKAN

Comments
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv